Apa Kabar Pelaksanaan Kurikulum 2013?

Mungkin masih bisa kita ingat, pada bulan Desember 2014 lalu akhirnya kemdikbud menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 untuk selruh sekolah di Indonesia dan dilaksanakan hanya terbatas pada sekolah-sekolah sasaran.  Pembatasan pelaksanaan kurikulum 2013, juga digunakan Kemdikbud melakukan evaluasi terhada kurikulum 2013. Evaluasi Kurikulum 2013 yang dilakukan Kemdikbud dijadwalkan selesai November 2015. Setelah dievaluasi, kurikulum ini akan dilaksanakan secara bertahap 

Menurut Mendikbud Anies Baswedan, implementasi Kurikulum 2013 dimulai dari tahun ini dengan jumlah sasaran sebanyak 6.221 sekolah atau sekitar tiga persen sekolah. Setelah mulai diimplementasikan tahun ini, 15 persen sekolah juga akan ikut menerapkannya di 2016, 45 persen di 2017, dan 100 persen di 2018. 

Dalam pelaksanaannya nantinya, Kemendikbud akan terus mendampingi sekolah-sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini. Terkait dengan kontrol terhadap skolah-sekolah sasaran Kemdikbud memberikan tanggung jawab kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Nantinya, kontrol kepada 6.221 sekolah tersebut lewat dapodik. Dengan dapodik, setiap ada koreksi yang harus disampaikan kepada sekolah, Puskurbuk tahu kemana harus menghubungi sekolah.

Penggunaan dapodik sebagai alat kontrol bukan tanpa alasan, pasalnya sistem yang terdapat dalam dapodik memungkinkan sekolah untuk tertib. Karena dalam menu yang disediakan di dapodik, hanya 6.221 sekolah yang ditunjuk yang bisa mengisi data dengan menu Kurikulum 2013. Sedangkan sekolah yang lainnya hanya bisa mengisi menu dengan Kurikulum KTSP.

Diharapkan, sekolah-sekolah yang masih menggunakan KTSP untuk saat ini, nantinya dapat belajar dari sekolah-sekolah sasaran yang telah melaksanakan Kurikulum 2013.

Semoga bermanfaat :)

Terima kasih atas komentar yang telah anda berikan
EmoticonEmoticon