Begini, Kronologi Kurikulum 2013 versi Kemdikbud

Tepat tanggal 5 Desember 2014 Mendikbud secara resmi menghentikan kurikulum 2013. Dengan berbagai pertimbangan yang menurut saya cukup rasional dan mungkin hal ini mewakili kegundahan hati sebagian guru dan siswa yang ingin disampaikan sejak kurikulum 2013 diterapkan.

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bagaimana awalnya kurikulum 2013 ini mulai lahir dan perjalananya hingga diterapkan serentak di semua sekolah serta beberapa masalah yang menyertainya. Berikut ini merupakan kronologi kurikulum 2013 yang saya kutip dari situs Kemdikbud.

Januari 2013
Pembentukan tim penyusun Kurikulum 2013 berdasar Surat Keputusan Mendikbud No. 015/P/2013

April 2013Inspektur Jenderal Kemdikbud berkirim surat kepada Mendikbud memperingatkan bahwa apabila persiapan belum diyakini maka pelaksanaan kurikulum baru perlu ditunda mengingat waktu yang semakin sempit.

Juli 2013Penerapan Kurikulum 2013 di 6.221 sekolah sasaran. Persiapan guru inti dan sasaran dengan menerapkan pelatihan berjenjang selama lima hari dan bersamaan dengan waktu dimulainya Tahun Pelajaran 2013/2014. Buku Kurikulum 2013 belum siap, kecuali tiga buku yang sudah selesai ditulis untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah.

September 2013Survei persepsi terhadap kepala sekolah, guru, orangtua dan siswa di sekolah sasaran, dua bulan sesudah Kurikulum 2013 diterapkan. Tidak ada lagi survei/evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 sampai akhir Tahun Pelajaran 2013/2014 selesai.

Juli 2014Penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah.

Agustus 2014Buku semester 1 belum terdistribusi di lebih dari 60.000 sekolah.

Oktober 2014Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.159 Tahun 2014 untuk mengevaluasi Kurikulum 2013 secara menyeluruh baru dikeluarkan pada tanggal 14 Oktober 2014, sesudah penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah dilakukan.

November 2014Per tanggal 25 November 2014, buku semester 1 Kurikulum 2013 belum diterima di 19% kabupaten/kota untuk tingkat SD, 32% kabupaten/kota untuk tingkat SMP, dan 22% kabupaten/kota untuk tingkat SMA dan SMK.

Semoga bermanfaat :)

Terima kasih atas komentar yang telah anda berikan
EmoticonEmoticon