Kok Beda, Kelipatan Nilai Tabel konversi Kurikulum 2013?

Sebentar lagi tahun ajaran baru 2014/2015 akan segera dimulai, sekaligus menandakan kurikulum 2013 secara masif akan segera diselenggarakan di setiap jenjang. Namun masih ada beberapa masalah yang perlu kita cermati mengenai kurikulum 2013. Pada kesempatan ini saya akan berbagi mengnai permasalahan yang saya temukan secara tidak sengaja.

Berawal dari iseng-iseng mencoba-coba mencari tahu seluk-beluk kurikulum 2013 saya menemukan file yang saya peroleh dari hasil copy paste dari teman yang kebetulan kemarin mengikuti pembinaan atau entah apa namanya di makasar mengenai kurikulum 2013. Lama saya tidak buka, dan beberapa waktu yang lalu saya sempat mengikuti workshop kurikulum 2013 di tempat saya mengajar. 

Singkat cerita, saya mulai tertarik dengan isi kurikulum 2013 dan akhirnya saya membuka semua file yang saya peroleh dari teman saya. Dan yang mencuri perhatian saya adalah file yang bernama Juknis dan Model Rapor SMK . Dalam file tersebut berisi model raport SMK yang menjadi perhatian saya adalah tabel konversinya (silahkan lihat penampakannya di bawah ini)
tabel konversi nilai kurikulum 2013
Apanya yang aneh dari tabel tersebut? Ok, saya akan jelaskan. Jika kita bandingkan dengan tabel konversi pada Permendikbud No 81A Tentang Implementasi Kurikulum 2013 maka semuanya akan jelas. Coba perhatikan tabel konversi yang saya ambil dari Permendikbud 81A.
tabel konversi nilai kurikulum 2013
Bila diperhatikan, terdapat perbedaan pada kelipatan skala nilai 1-4, jika pada tabel yang pertama pada predikat C-, B-, dan A- nilai kompetensinya adalah 1,67, 2,67, dan 3,67 berbeda dengan tabel konversi yang kedua yang saya ambil pada permendikbud 81A yaitu nilainya berturut-turut 1,66, 2,66, dan 3,66. Kenapa ini bisa beda ya? apakah ini sebuah kesalahan yang tidak disengaja atau ada sebab-sebab lain?

Pertanyaan selanjutnya, Mana yang benar? Terlepas dari hal tersebut, dalam melakukan atau memutuskan sesuatu hal kita harus mempunyai dasar dalam bertindak. Dalam kasus ini, dasar yang kita gunakan dalam memutuskan masalh tersebut adalah tentu saja berdasarkan permendikbud yang berlaku saat ini.

Bagaimana dengan pendapat anda?

Semoga bermanfaat :)

Terima kasih atas komentar yang telah anda berikan
EmoticonEmoticon